konsep, karakter, tujuan, manfaat, dan komponen e-learning
Konsep E-Learning
Istilah
e-learning terdari dari dua kata yaitu : E dan Learning. E merupakan singkatan
dari elektronik yang berrarti benda yang dibuat dengan menggunakan prinsip
elektronika. Sedangkan e-learning yang berrarti pembelajaran atau belajar.
Dengan demikian E-Learning dapat diartikan sebagai proses belajar atau
pembelajaran dengan memakai alat elektronik seperti Komputer. Konsep keberhasilan program e-learning selain
ditunjang oleh perangkat teknologiinformasi, juga oleh perencanaan,
administrasi, manajemen dan ekonomi yang memadai.Perlu juga diperhatikan
peranan dari para fasilitator, dosen, staf, cara implementasi, cara mengadopsi
teknologi baru, fasilitas, biaya, dan jadwal kegitan (Natakusumah, 2002).
E-Learning merupakan aplikasi internet yang dapat menghubungkan antara pendidik
dan peserta didik dalam sebuah ruang belajar online(Prakoso, 2005).E.-Learning
ternyata untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan peserta didik,
terutama dalam waktu dan ruang. Jadi tidak harus berada dalam satu dimensi
waktu dan ruang, artinya bisa kapan saja.
Beberapa ahli mencoba menguraikan penertian e-learning menurut versinya masing-masing diantaranya :
- Kamarga (2000) menyatakan pengertian e-learning yaitu materi ajar yang dipakai pada saat kegiatan pembelajaran diperoleh dengan mengaksesnya melalui perangkat elektronik komputer.
- Harton (2006) mengenai e-learning yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak secara tatap muka di dalam kelas yang bisa membuat peserta didik menjadi bosan karena pengajar lebih dominan menyampaikan materi ajar namun kegiatan pembelajaran dilakukan dengan teknologi informasi dan komputer.
- Linde (2004) berpendapat bahwa e-learning merupakan pembelajaran formal dan informal dengan menggunakan media elektonik seperti internet, CD-ROM, video tape, DVD, TV, Handphone, PDA dan sebagainya.
Pemanfaaatan e-learning yang baik akan mendorong terciptanya lingkungan belajara yang berpusat pada pebelajar (student-centered learning) karena e-learning menuntut pada pebelajar untuk belajar secara mandiri dan mengkonstruk ilmu ilmu pengetahuannya sendiri. Hal tersebut sesuai dengan karakteristike-learning yang dikemukakan oleh Rudi dan Riyana (2007) sebagai berikut :
- Daya tangkap pebelajar terhadap materi pembelajaran tidak tergantung kepada instruktur / pembelajar, karena pebelajar mengkontruksikan sendiri ilmu pengetahunnya melalui bahan-bahan ajar yang disampaikan interface situs web.
- Sumber ilmu pengetahuan tersebar di mana-mana serta dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan sifat media internet yang mengglobal dan bisa diakses oleh siapapun yang terkoneksi didalamnya.
- Pembelajar/ Lembaga pendidikan berfingsi sebagi mediator / pembimbing.
- Diperlukan sebuah restrukturisasi terhadap kebijakan sistem pendidikan, kurikulum dan manjemen yang dapat medukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan secara optimal.
Tujuan dari e-learning antara lain :
- Siswa atau mahasiswa dapat belajar mandiri tanpa harus bertatap muka langsung denga guru atau dosen yang bersangkutan.
- Siswa atau mahasiswa mendapatkan materi pembelajaran mereka tanpa harus membeli buku aslinya.
- Meningakatkan daya serap dari pemahaman materi yang diajarkan.
- Meningkatkan partisipasi dan peran aktif dari siswa atau mahasiswa.
- Dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru pada para siswa atau mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing.
- semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi plajaran yang disajikan guru di kelas.
- Sebagai remedial, apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi petajaran yang disampaikan guru secara tatap muka di kelas.
Manfaat dari e-learning dalam Siahaan (2002) antara lain :
- E-Learning mempermudah interaksi antara pebelajar dengan bahan / materi pembelajaran.
- Pebelajar dapat saling berbagi informasu atau pendapat mengenai berbagi hal yang menyangkut pelajaran atau kebutuhan pengembangan perkembangan diri pebelajar.
- Selain itu guru, dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pebelajar di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh pebelajar. Sesuai dengan kebutuhan guru dapat pula memberikan kesempatan kepada pebelajar hanya dapat mengakses bahan belajar tertentu tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh pebelajar sekali saja dalam rentang waktu tertentu pula.
Komponen yang membentuk e-Learning adalah:
- Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
- Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
- Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan e-dukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.
- Sedangkan Actor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya guru (instruktur) yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.
Indrakusuma, Adul Haris, dan Asti Riani Putri.2016.E-Learning 1 (Teori dan Desain).Tulungagung :STKIP PGRI Tulungagung.
Simanihuruk, Lidia
dkk.2019.E-Learning : Implementasi, Strategi, dan Inovasinya.Medan : Yayasan
Kita Menulis
https://www.academia.edu/37857796/MAKALAH_E_LEARNING
https://civitas.uns.ac.id/inungwidhyastuti18/2017/06/11/makalah-e-learning/
https://www.academia.edu/30252271/Komponen_e_learning
https://www.silabus.web.id/e-learning/
http://digilib.uinsby.ac.id/9101/4/bab2.pdf
Komentar
Posting Komentar